Cara Cerdas Mendampingi Suami

399374_196840847073430_100002425474720_410665_1939744363_n

             Nah apa yang terlintas dipikiran kita saat membaca judul diatas, yang pasti ini cuma sekedar ringkasan isi pengajian ibu-ibu di desa saya. Tepatnya baru saja selesai jam 9.pm td. (selasa kemarin dink.hehehehehe…)
Walaupun saya belum menikah tapi tidak salah kan jika saya membahas masalah di atas (ya siapa tahu setelah menulis tulisan ini cepat menikah.Aamiin..=ngarep.com). kembali ke topik, pengajian kali ini disampaikan oleh ustadzah Ida panggil az mbak Ida bilange gitu biar cepet akrab dan kalau bertemu dijalan gampang menyapanya.
Ada 4 kiat yang semalem dikatakan, bakal aku uraikan satu per satu.

1. Terima pasangan apa adanya

             Yang pasti suami akan membawa dua hal berbeda yaitu kelebihan dan kekurangan, kalau kelebihan dan kebaikannya jelas para istri bisa menerimanya karena itulah yang diharapka oleh para istri ingin bisa disayang oleh suami. Masalah kekurangan pada suami inilah yang terkadang belum bisa diterima oleh istri mungkin karena gaji pas-pas an, jorok, menjengkelkan, rewel pencemburu dsb. Bagi sebagian istri secara pribadi kekurangan suami bukanlah suatu harga mati yang tidak bisa dirubah atau ditawar karena masalahnya adalah berhubungan dengan perilaku manusia dimana seseorang bertingkah sesuai kemampuan berfikirnya, karena itu tak perlu harus buru-buru bertengakar hanya karena beberapa hal yang dirasa kurang nyaman dari suami.

         Sebaliknya para istri perlu mencari celah dimana suami  bisa membuka hatinya untuk belajar memperbaiki dirinya terhadap apa yang menjadi kekurangannya, sifat nya bukan kita kita mengajarinya tapi terlebih memotivasinya dengan cara-cara tertentu yang disukainya sehingga suami tertarik untuk memperbaiki dirinya, berikan penghargaan atas apa yang telah suami kita capai jika dia sudah berusaha memperbaiki kekuranggannya meskipun itu hal kecil saja karena semangat akan membawa nya untuk terus terpacu memberikan yang terbaik bagi istrinya. Jika kekurangannya secara fisik ya berarti kita harus bersabar mungkin memang secara fisik suami ada kekurangan tapi mungkin juga sebaliknya dibalik fisiknya yang kurang itu dia punya kelebihan hati yang lembut dan mulia yang mungkin tidak dimiliki lelaki yang berfisik sempurna, kasih sayang tak mengenal bentuk fisik jikapun kekurangnnya berbentuk tingkah laku dengan kasih sayang  akan bisa kuat dan bersabar mendukung suami untuk terus lebih baik dan kesabaran itulah bagian dari bentuk kasih

2. Rahasia rumah tangga hanya milik suami dan istri

               “Sesungguhnya pengkhianatan amanah yang paling besar di sisi Allah pada hari Kiamat adalah suami yang membuka rahasia pribadinya kepada istri, dan istri yang membuka rahasia pribadinya kepada suami, lalu salah seorang darinya menceritakannya kepada orang lain” (HR Muslim).
              Salah satu unsur yang dapat menjaga keharmonisan dan keutuhan suami istri adalah apabila keduanya saling menjaga rahasianya masing-masing. Terkadang suami menceritakan rahasia pribadinya kepada istri. Sebaliknya, istri menceritakan rahasia pribadinya kepada suami. Ini baik, sebagai perwujudan kedekatan perasaan dan kejiwaan mereka. Namun, masing-masing mereka tentu tidak suka bila rahasia pribadi itu diketahui orang lain, selain mereka berdua.

3.  Cemburu buta

            Kata pepatah cemburu adalah tanda cinta, tapi cemburu ada batasnya lho.  Dari Jabir bin Anbarah Ra. berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Ada cemburu yang dicintai Allah, dan ada pula yang dibenci-Nya. Cemburu yang dicintai Allah adalah cemburu pada keraguan. Sedangkan cemburu yang dibenci Allah adalah cemburu pada ketidakraguan” (HR Nasa`i, Ahmad, dan Ibnu Hiban).

             Cemburu yang terpuji adalah apabila sebab-sebabnya jelas dan memiliki bukti-bukti nyata. Seperti mendapati suami mencandai wanita, atau istri mencandai laki-laki lain. Yang mana canda itu disertai dengan bumbu-bumbu kata dan gaya suara yang dibuat-buat, sehingga dapat memabukkan dan menimbulkan kenikmatan bagi lawan jenisnya. Tentu saja ini perbuatan tercela. Sedangkan cemburu yang tercela adalah kecemburuan yang dibangun dengan persangkaan dan praduga belaka. Seperti berlebih-lebihan dalam menafsirkan ucapan, gerakan, sikap diam, gaya bicara, bahkan bisikan.

4. Hidup rukun dengan mertua

           ada beberapa hal yg perlu diperhatikan agar bisa hidup rukun tidak ada permusuhan antara ibu mertua dg menantu. diantara ialah:
a. ucapkan kata2 yg baik
b. jangan ucapkan ” kamu memilih istrimu atau ibumu?”
c. berilah hadiah
d. kunjungilah ibu mertua
e. mintalah nasihat, dengan cara ini kedekatan antara ibu mertua dg menantu akan lebih tejaga, karena ibu mertua merasa senantia dibutuhkan nasihat2nya.
f. bahagiakan hati suami. mengapa demikian? karena seorang ibu akan senantiasa khawatir dengan keadaan anaknya. walaupun sudah berkeluarga, kekhawatiran ini aka terus ada dalam hati seorang ibu. maka dari itu sebisa mungkin untuk membahagiakan suami. tunjukkan kalau anada bisa menjadi menantu yang memahami keadaan dan berempati tinggi.
g. selalu memberi kabar. seorang ibu senantiasa merindukan kondisi anaknya, selalu rindu dengan anaknya. apalagi kalau jaraknya lumayan. rasa kangen pasti ada. maka dari itu senatiasa berikan kabar kepada orang tua
            ngomongin soal nikah itu emang ga ada habisnya bagi akhwat seumuran saya, di tempat kerja, di rumah, di media sosial, emmmm kriuk-kriuk pokokmya bak jualan keripik yang tiap hari lalu lalang di depan rumah. Rekan kerjaku ada yang bilang katanya pembahasan yang selalu renyah bila dibahas bareng-bareng. ya jelas saja renyak lha sebagian teman-temanku pada belum nikah semua.hehehehe 🙂
Semoga coretan diatas ada baiknya ya bagi yang mau baca, kalau tidak jadi baca mbok yow dibaca sampai selesai (pemaksaan.com). peace, ukey sampai disini dulu ya jika ada baiknya itu datangnya dari Allah SWT Sang Pemberi Kebaikan, dan jika ada salahnya itu dari saya. Sukron jzk….. 🙂

3 pemikiran pada “Cara Cerdas Mendampingi Suami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s